Search :
Tubiyono
Club Bahasa Indonesia

KONSEP FOLKLOR

KONSEP FOLKLOR

Apakah yang dimaksud dengan folkor? Folklor berasal dari kata folk dan lore. Folk adalah sebuah komunitas yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik yang dapat membedakan dengan komunitas lainnya. Ciri pengenal fisik dapat dikenali dari ujung rambut sampai dengan ujung jari kaki. Hal ini berarti bahwa komunitas satu dapat dibedakan dengan komunitas lain berdasarkan warna , keadaan , dan jenis rambut. Karena dalam masyarakat dapat ditemukan yang memiliki rambut hitam, cokelat, dan warna lain. Selain itu, ada rambut lurus, rambut ikal (keriting), dan sebagainya. Dengan rambut yang dimiliki tersebut dapat dipakai sebagai salah satu pengenal identitas personal dari komunitas macam apa.

Ciri pengenal fisik lain, misalnya hidung, mata, warna kulit, dan sebagainya. Keadaan hidung, ada hidung yang mancung seperti paruh burung betet, ada hidung pesek. Keadaan mata, utamanya bola mata yang berwarna hitam atau berwarna biru, dan sebagainya. Dari warna kulit juga dapat dibedakan warna kulit putih, kulit kuning, kulit coklat, dan warna kulit hitam.Berdasarkan ciri-ciri ketubuhan itulah secara personal dapat diprediksi dari komunitas yang berasal dari daerah (negara) tertentu.

Sedangkan lore adalah tradisi dari folk yang dapat diwariskan secara turun temurun dari generasi satu ke generasi berikutnya. Pewarisan tersebut pada umumnya diwariskan secara lisan, utamanya masyarakat yang masih tradisional dan mengandalkan kelisanan sebagai media utama berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam pewarisan nilai-nilai tersebut juga diiringi dengan gerakan tubuh, misalnya dengan lambaian tangan, gerakan mata, gerakan mulut, gerakan kepala, dan gerakan tubuh lainnya. Selain itu, pewarisan tradisi dapat juga diikuti dengan keadaan alam (landmark) sebagai instrumen pengingat komunitas.

 

Kuasai Teknik Komunikasi Dengan Pasangan

 

Tips- Sering mengalami konflik dengan pasangan? Jangan-jangan cara Anda berkomunikasi belum tepat.. Komunikasi bukan hanya sekedar bicara begitu saja, tapi ada tekniknyalhodan menguasai teknik komunikasi sangat besar manfaatnya untuk menghadapi pasangan ataupun orang lain di sekitar kita.

Berkomunikasi yang tepat dapat dipelajari dengan cara menguasai empat tahapan berikut:

Read more...

UKBI-UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA

UKBI (UJI KEMAHIRAN BAHASA INDONESIA) adalah salah satu alat ukur untuk mengetahui kompetensi bahasa Indonesia seseorang. Alat uji ini dirancang sedemikian rupa oleh tim ahli dari Pusat Bahasa (PB) Jakarta. Untuk pelaksanaan tes dapat menghubungi Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) Cabang Surabaya - Balai Bahasa Jawa Timur.

Biaya untukikut UKBI umum Rp 40.000,00 (empat puluh ribu rupiah). Yang berminat bisa menghubungi HP 081615487999. Peserta asing biaya dalam UKBI dapat konfirmasi nomor tersebut.

LATIHAN PENYUNTINGAN 6

 Berikut ini ada lima kalimat yang bahasanya tidak tepat. Anda edit bahasanya supaya lebih baik!

  1. Di BII, kami selalu menawarkan kesempatan karir yang sama bagi semua staf kami , apapun ambisi dan tujuan karir anda
  2. Dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis cabang, khususnya untuk consumer banking, kami membuka kesempatan bagi putera puteri yang terbaik untuk mengikuti ODP – Consumer (Officer Development Program untuk Consumer Banking)
  3. Dengan mengikuti training selama 12 bulan, anda kemudian akan ditugaskan sebagai Assistant Manager di cabang-cabang BII.
  4. Hal tersebut dilakukan untuk menjembatani gap komunikasi antara pengarang dengan pembaca yang terlibat di dalamnya.
  5. Kau harus berlatih terus, pergilah ke ruangan ini secara continue dan pukullah karung goni itu untuk latihan.

 

LATIHAN PENYUNTINGAN 1

  1.  Salah satu perbedaan antara desa dengan kota adalah mobilitas penduduknya.
  2. Dengan adanya iklan tersebut banyak anak-anak ikut mengkoleksi hadiah berupa mainan.
  3. Kegiatan pelatihan diselenggarakan mahasiswa baik indoor dan outdoor
  4. Istri PNS akan mendapatkan Karis (kartu istri) dan suami PNS akan mendapatkan Karsu (kartu suami).
  5. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatompessy menilai, Pemkot salah dalam perencanaan anggaran. Sehingga uang yang diangarkan tidak bisa digunakan jika stadion tidak digunakan.

Profile

Buku

Buku "Struktur Semantis Verba dan Aplikasinya pada Struktur Kalimat dalam Bahasa Jawa" merupakan hasi penelitian dari tim Bapak Tubiyono dkk yang mencoba mengklasifikasikan secara sistematis verba-verba bahasa Jawa berdasarkan ciri-ciri atau struktur semantiknya.