Search :
Tubiyono
Club Bahasa Indonesia

LATIHAN PENYUNTINGAN 2

Di lingkungan perusahaan media cetak dan elektronik sangat diperlukan tenaga sebagai editor. Kebutuhan editor disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan besar, maka memerlukan banyak variasi editor. Untuk itu, perlu dipahami beberapa posisi editor berikut ini:

  1. Editor dan penyunting
  2. Chief editor
  3. Managing editor
  4. Senior editor
  5. Copy editor
  6. Asisten editor
  7. Right editor
  8. Picture editor
  9. Proof reader
  10. Editor ahli
  11. Editor bahasa

 

LATIHAN PENYUNTINGAN 3

 

Editor/penyunting harus memahami kode etik cara bersikap dan bekerja. Menurut Rivai dalam Sugihastuti (2006), editor/penyunting dalam melaksnakan tugas dan fungsinya supaya memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Tugas utamanya adalah mengolah naskah sehingga layak terbit seseuai dengan ketentuan yang digariskan dan dipersyaratkan, minimal dari segi bahasa,
  2. editor/penyunting memiliki pikiran terbuka terhadap pendapat-pendapat baru yang mungkin bertentangandengan pendapat umum,
  3. editor tidak boleh memenangkan pendapatnya sendiri, pendapat temannya, atau pendapat penulis yang disenanginya sehingga tidak terjadi pilih kasih berdasarkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan isi teknis naskah,
  4. merupakan tindakan kriminal seorang editor untuk mendiamkan naskah atau menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari naskah lalu menerbitkannya atas namanya sendiri baru kemudian menolaknya,
  5. editor harus merahasiakan informasi yang terdapat dalam naskah agar gagasan, pendekatan, metode, hasil penemuan, dan simpulan tidak sampai disadap orang lain sebelum diterbitkan,
  6. editor bekerja dengan disiplin waktu yang ketat dalam mengolah naskah dan menjadwalkan penerbitannya agar tidak menrugikan orang lain karena adanya prioritas penemuan, kemutakhiran data, kemajuan promosi, dan lain-lain,
  7. editor harus jujur pada dirinya sendiri kalau tidak mampu menilai suatu naskah agar tidak member petunjuk yang salah kepada penulis,
  8. kewenangan besar yang diberikan kepada editor ialah untuk menangani dan mempersiapkan naskah dan semata-mata ditujukan untuk melancarkan arus informasi guna memajukan ilmu dan bukan untuk disalahgunakan demi maksud lain,
  9. editor bertindak sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang diyakini, dan sesuai pula dengan kemampuan yang dimiliki,
  10. editor berkewajiban memberi surat tanda tibanya naskah di mejanya dan disusul dengan surat pemberitahuan selanjutnya,
  11. editopr tidak cukup hanya mengevaluasi, tetapi juga harus menunjukkan perbaikannya,
  12. editor berkewajiban menghormatigaya penulis,
  13. editor tidak berhak mengubah gaya semena-mena, tetapi harus memperbaikinya sebagai perbaikan nyata dalam ketepatan, kejelasan, dan keringkasan,
  14. editor harus ingat bahwa setiap perubahan dan perbaikan naskah akan membuka peluang masuknya kesalahan atau pernyataan keliru yang mungkin tidak dimaksudkan oleh penulis,
  15. apa pun yang terjadi, editor harus selalu berpihak pada penulis sehingga ia perlu berpanjang piker dalam bertindak, selalu bermawas diri serta bertepa selira,
  16. setiap kali akan meloloskan naskah, terutama yang meragukan mutunya, editor dituntut untuk selalu menyanyakan pada dirinya sendiri secara jujur, bersediakah namanya muncul sebagai penulis naskah.

 

LATIHAN PENYUNTINGAN 4

 

Dalam penulisan ilmiah (academicwriting) sering terjadi kesalahan penulisan, berikut ini contoh penulisan ilmiah yang perlu disunting agar bahasa yang digunakan sesuai dengan bahasa baku.

I Gusti Agung Ayu Ratih dalam Jurnal Kebudayaan Kalam, No. 6, 1995, menempatkan novel Bumi Manusia dalam pembicaraan yang ia beri judul Rushdie dan Pramudya: Bersimpangnya Narasi Tentang Bangsa. Pada tulisan ini Ratih membandingkan tokoh Minke dalam Bumi Manusia dengan tokoh Saleem Sinai dalam Midnigt’s Children karya Salman Rushdie (1980). Menurut Ratih, kesamaan yang tampak antara novel Rushdie dan Pramudya mungkin akan membuat kita menggolongkannya dalam satu kategori, yakni “novel-novel Dunia Ketiga tentang bangsa”. Ia juga mencermati strateginovel sebagai bentuk. Ia mengatakan bahwa jika bangsa harus dipertimbangkan lebih sebagai “artifak budaya” ketimbang suatu entitas politik, maka novel menjadisemacam jalur isrimewa untuk menelusuri landasan budaya kebangsaan. Bentuk novelitu sendiridengan sempurna memenuhikebutuhan terciptanya epic nasionalis: kelonggaran alur yang mampu memadukan keragaman isi suatu bangsa, sedangkan narasiyang disusun secara kronologis menyodorkan apa yang disebut “komunitas dalam anonimitas”. Bentuk novel juga diangap memungkinkan untuk menyusun fakta, peristiwa dan karakter sejalan dengan perkembangan subjektifitas protagonist maupun untuk menciptakan tokoh tokoh yang memiliki karakter kuat yang dihidupkan dengan beragam ujud emosi yang tak terdokumentasikan dalam buku buku sejarah umumnya.

LATIHAN PENYUNTINGAN 5

Berikut ini disampaikan hasil liputan dari seorang reporter. Diksi, ejaan, dan struktur kalimat yang dipakai sengaja belum diedit. Tugas Anda adalah mengedit materi berita tersebut sehingga paling tidak sudah masuk kategori layak untuk dibaca.

JOB FAIR UNAIR BOMBASTIS

 
Mahasiswa unair yang telah diwisuda pada bulan april 2011 mencapai kurang lebih 1900 mahasiswa. Semua wisudawan tentunya ketika ditanya mengenai kegiatan setelah lulus dari unair adalah bekerja. Sebagai universitas yang kompeten maka unair pun tentunya akan merasa lebih bangga jika lulusan dari unair ini mampu menjadi pegawai ataupun enterpreneurship yang baik.

Read more...

Uji penyuntingan bahasa Indonesia

Suntinglah kalimat di bawah ini sehingga konstruksinya benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku!

  1. Puji sykur Alhamdulillah, kami ucapkan kepada Allah SWT karena atas rahmatNya penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul “KONTRIBUSI PAJAK REKLAME TERHADAP PENDAPATAN DAERAH KOTA SURABAYA”.
  2. Keaktifan pemerintah dalam menggali serta mengoptimalkan berbagai potensi-potensi yang ada juga diperlukan untuk menunjang pengoptimalan dan peningkatan penerimaan pajak, baik pajak pusat maupun pajak daerah.
  3. Dalam bab terakhir ini mengemukakan simpulan yang diperoleh daripenelitian.
  4. Dengan adanya kerja sama yang baik antara Dinas Pendapatan Daerah kota Surabaya dedngan wajib pajak, maka diharapkan penerimaan dari sektor pajak reklame terus meninggkat.
  5. Dalam upaya peningkatan penerimaan daerah dari sektor pajak reklame perlu adanya peran yang lebih aktif aparat dalam melakukan penagihan pajak.
  6. Mengadakan pemantauan pemungutan khususnya pemungutan pajak reklame.
  7. Meningkatkan kegiatan pencatatan dan pendapatan objek pajak reklame di seluruh wilayah kota Surabaya.
  8. Mendewasakan wajib pajak untuk memilki kesadaran membayar pajak tepat pada waktunya.
  9. Pendapatan asli daerah (PAD) merupakan factor penunjang kemampuan daerah dalam membiayai semua kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran yang talah dirancang dalam APBD.
  10. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dengan studi pustaka.

 

Profile

Buku

Buku "Struktur Semantis Verba dan Aplikasinya pada Struktur Kalimat dalam Bahasa Jawa" merupakan hasi penelitian dari tim Bapak Tubiyono dkk yang mencoba mengklasifikasikan secara sistematis verba-verba bahasa Jawa berdasarkan ciri-ciri atau struktur semantiknya.