Search :
Tubiyono
Club Bahasa Indonesia

LATIHAN PENYUNTINGAN 6

 Berikut ini ada lima kalimat yang bahasanya tidak tepat. Anda edit bahasanya supaya lebih baik!

  1. Di BII, kami selalu menawarkan kesempatan karir yang sama bagi semua staf kami , apapun ambisi dan tujuan karir anda
  2. Dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis cabang, khususnya untuk consumer banking, kami membuka kesempatan bagi putera puteri yang terbaik untuk mengikuti ODP – Consumer (Officer Development Program untuk Consumer Banking)
  3. Dengan mengikuti training selama 12 bulan, anda kemudian akan ditugaskan sebagai Assistant Manager di cabang-cabang BII.
  4. Hal tersebut dilakukan untuk menjembatani gap komunikasi antara pengarang dengan pembaca yang terlibat di dalamnya.
  5. Kau harus berlatih terus, pergilah ke ruangan ini secara continue dan pukullah karung goni itu untuk latihan.

 

LATIHAN PENYUNTINGAN 1

  1.  Salah satu perbedaan antara desa dengan kota adalah mobilitas penduduknya.
  2. Dengan adanya iklan tersebut banyak anak-anak ikut mengkoleksi hadiah berupa mainan.
  3. Kegiatan pelatihan diselenggarakan mahasiswa baik indoor dan outdoor
  4. Istri PNS akan mendapatkan Karis (kartu istri) dan suami PNS akan mendapatkan Karsu (kartu suami).
  5. Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya Simon Lekatompessy menilai, Pemkot salah dalam perencanaan anggaran. Sehingga uang yang diangarkan tidak bisa digunakan jika stadion tidak digunakan.

LATIHAN PENYUNTINGAN 2

Di lingkungan perusahaan media cetak dan elektronik sangat diperlukan tenaga sebagai editor. Kebutuhan editor disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan besar, maka memerlukan banyak variasi editor. Untuk itu, perlu dipahami beberapa posisi editor berikut ini:

  1. Editor dan penyunting
  2. Chief editor
  3. Managing editor
  4. Senior editor
  5. Copy editor
  6. Asisten editor
  7. Right editor
  8. Picture editor
  9. Proof reader
  10. Editor ahli
  11. Editor bahasa

 

LATIHAN PENYUNTINGAN 3

 

Editor/penyunting harus memahami kode etik cara bersikap dan bekerja. Menurut Rivai dalam Sugihastuti (2006), editor/penyunting dalam melaksnakan tugas dan fungsinya supaya memperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Tugas utamanya adalah mengolah naskah sehingga layak terbit seseuai dengan ketentuan yang digariskan dan dipersyaratkan, minimal dari segi bahasa,
  2. editor/penyunting memiliki pikiran terbuka terhadap pendapat-pendapat baru yang mungkin bertentangandengan pendapat umum,
  3. editor tidak boleh memenangkan pendapatnya sendiri, pendapat temannya, atau pendapat penulis yang disenanginya sehingga tidak terjadi pilih kasih berdasarkan hal-hal yang tidak ada kaitannya dengan isi teknis naskah,
  4. merupakan tindakan kriminal seorang editor untuk mendiamkan naskah atau menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari naskah lalu menerbitkannya atas namanya sendiri baru kemudian menolaknya,
  5. editor harus merahasiakan informasi yang terdapat dalam naskah agar gagasan, pendekatan, metode, hasil penemuan, dan simpulan tidak sampai disadap orang lain sebelum diterbitkan,
  6. editor bekerja dengan disiplin waktu yang ketat dalam mengolah naskah dan menjadwalkan penerbitannya agar tidak menrugikan orang lain karena adanya prioritas penemuan, kemutakhiran data, kemajuan promosi, dan lain-lain,
  7. editor harus jujur pada dirinya sendiri kalau tidak mampu menilai suatu naskah agar tidak member petunjuk yang salah kepada penulis,
  8. kewenangan besar yang diberikan kepada editor ialah untuk menangani dan mempersiapkan naskah dan semata-mata ditujukan untuk melancarkan arus informasi guna memajukan ilmu dan bukan untuk disalahgunakan demi maksud lain,
  9. editor bertindak sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang diyakini, dan sesuai pula dengan kemampuan yang dimiliki,
  10. editor berkewajiban memberi surat tanda tibanya naskah di mejanya dan disusul dengan surat pemberitahuan selanjutnya,
  11. editopr tidak cukup hanya mengevaluasi, tetapi juga harus menunjukkan perbaikannya,
  12. editor berkewajiban menghormatigaya penulis,
  13. editor tidak berhak mengubah gaya semena-mena, tetapi harus memperbaikinya sebagai perbaikan nyata dalam ketepatan, kejelasan, dan keringkasan,
  14. editor harus ingat bahwa setiap perubahan dan perbaikan naskah akan membuka peluang masuknya kesalahan atau pernyataan keliru yang mungkin tidak dimaksudkan oleh penulis,
  15. apa pun yang terjadi, editor harus selalu berpihak pada penulis sehingga ia perlu berpanjang piker dalam bertindak, selalu bermawas diri serta bertepa selira,
  16. setiap kali akan meloloskan naskah, terutama yang meragukan mutunya, editor dituntut untuk selalu menyanyakan pada dirinya sendiri secara jujur, bersediakah namanya muncul sebagai penulis naskah.

 

Profile

Buku

Buku "Struktur Semantis Verba dan Aplikasinya pada Struktur Kalimat dalam Bahasa Jawa" merupakan hasi penelitian dari tim Bapak Tubiyono dkk yang mencoba mengklasifikasikan secara sistematis verba-verba bahasa Jawa berdasarkan ciri-ciri atau struktur semantiknya.