Search :
Tubiyono
Club Bahasa Indonesia

IKON-ISASI NILAI DALAM SYI’IR NGUDI SUSILO KARYA K.H. BISRI MUSTOFA

Oleh

Tubiyono

Departemen Satra Indoesia, Fakultas Ilmu Budaya

Universitas Airlangga Surabaya

 

Abstrak

 

Makalah yang berjudul “Ikonisasi Nilai dalam Syi’ir Ngudi susilo Karya K.H. Bisri Mustofa” mendeskripsikan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Nilai-nilai yang dianggap penting adalah ikon-isasi nilai a). sosial dan persamaan gender, b). Hormat kepada orang tua, c). Waktu, d). Ilmu dan kesantunan, dan e). dan tabu atau larangan.

 

Kata Kunci: syi’ir, nilai ikon, ilmu dan kesantunan

 

DE-SUBJEK-ISASI DALAM KARYA TULIS ILMIAH

Oleh Tubiyono

Departemen Sastra Indonesia,

Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga

 

 

Abstrak

Penggunaan bahasa Indonesia dalam karya tulis ilmiah secara normatif menggunakan bahasa Indonesia baku (efektif), artinya sesuai dengan kaidah. Salah satu ciri kebakuan dalam penulisan ilmiah terlihat dalam penggunaan unsur-unsur bahasa sebagai pengisi fungsi dalam sebuah kalimat. Fungsi-fungsi itu ialah fungsi subjek (S), fungsi predikat (P), fungsi objek (O), fungsi pelengkap (Pel), dan fungsi keterangan (K). Kehadiran fungsi-fungsi tersebut dalam kalimat merupakan pertanda adanya kesepadanan antara bentuk  bahasa dan isi (subtansi). Dalam praktik penulisan ilmiah, ketidaksepadanan  banyak ditemukannya. Ketidaksepadanan antara lain dapat dicermati dalam kalimat yang tidak memiliki fungsi S. Padahal fungsi S dan fungsi P sangat penting dalam sebuah kalimat baku. Ketidakhadiran salah satu fungsi tersebut menyebabkan kalimatnya menjadi tidak baku. Oleh karena itu, kehadiran fungsi S merupakan syarat mutlak bersama kehadiran fungsi P dalam sebuah kalimat.. Dengan demikian, dalam makalah ini akan mendeskripsikan de-subjek-isasi (konstruksi S berpreposisi atau pun kalimat tanpa S) yang biasanya secara preskriptif dinyatakan konstruksi sintaktis yang tidak baku. 

 

Kata Kunci: kalimat baku, subjek berpreposisi, fungsi sintaktis, de-subjek-isasi

PENG-IKON-AN WANITA KARIR DALAM MEDIA CETAK

Oleh Tubiyono

Departemen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya,

Universitas Airlangga

 

Abstrak

Peran wanita dalam kehidupan masyarakat mengalami dinamika yang sangat  cepat seiring adanya kemajuan teknologi, komunikasi massa, dan ilmu pengetahuan. Banyak perubahan yang terjadi pada kaum hawa, baik perubahan positif maupun perubahan negatif akibat terjadinya dinamikan internal dan eksternal. Makalah ini mendesripsikan perubahan wanita dalam arti positif untuk menjadi wanita karir. Ikon wanita karir dalam media cetak akan menjadi referensi dan refleksi diri dalam kehidupan sehari-hari bahkan sebagai modeling dalam kehidupan seseorang. Banyak majalah, tabloid, dan surat kabar selalu ada ruang untuk wanita karir. Wanita karir dapat dilihat dari cara berhias, aktivitas, hobi, pendidikan, keterampilan, sampai gambar atau foto. Di samping peng-ikon-an dengan secara nonverbal, ada cara lain peng-ikon-an secara verbal yaitu menggunakan diksi dan tata bahasa. Oleh karena itu, bagaimana strategi peng-ikon-an wanita karir dalam media cetak sangat menarik untuk didiskusikan dalam tulisan ini.

 

Kata kunci: ikon, wanita karir, dan media cetak 

 

BAHASA INDONESIA JURNALISTIK

 

1.Apakah yang dimaksud dengan bahasa Indonesia Jurnalistik?

Jawab:

Bahasa IndonesiaJurnalistik adalah salah satu ragam bahasa Indonesia. Ragam bahasa Indonesia jurnalistik harus memperhatikan hal-hal berikut ini: (a) sederhana, (b) ringkas, (c) padat, (d) lugas, dan (e) menarik. Dengan kata lain bahasa Indonesia jurnalistik diutamakan ekonomis, tepat makna, dan menarik perhatian pembaca.

2.Apakah bahasa Indonesia jurnalistik sama dengan ragam ilmiah, ragam sastra, dan ragam lain sesuai dengan bidangkegiatan atau keilmuan?

Jawab:

Bahasa Indonesia jurnalistik tidak sama dengan ragam bahasa ilmiah (akademik), ragam sastra, ragam hukum, ragam keagamaan, ragam kesehatan, ragam militer, ragam bisnis, dan ragam lainnya. Misalnya bahasa Indonesia ragamakademikmenggunakan pilihan kata dan istilah yang bersifat keilmuan, maknanya menggunakan makna yang tepat atau makna denotatif sehingga tidak perlu ada tafsir ganda. Contoh lain, bahasa Indonesia ragam sastra menggunakan pilihan kata dan istilah atau ungkapan yang sangat variatif, gaya bahasa yang beragam, dan menggunakan makna konotatif.

3.Adakah kesamaan penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ragamyang dimaksud?

Jawab:

 

Ya, adanya berbagai ragam dalam bidang keilmuan dan berbagai ragam kegiatan semuanya ada persamaan yaitu sama-sama menggunakan bahasa Indonesia. Hanya saja dalam berbagai bidang ilmu dan berbagai kegiatan masing-masing ada ciri-ciri tertentu yang lebih dominan daripada yang lainnya.

Read more...

Profile

Buku

Buku "Struktur Semantis Verba dan Aplikasinya pada Struktur Kalimat dalam Bahasa Jawa" merupakan hasi penelitian dari tim Bapak Tubiyono dkk yang mencoba mengklasifikasikan secara sistematis verba-verba bahasa Jawa berdasarkan ciri-ciri atau struktur semantiknya.