Search :
Tubiyono
Club Bahasa Indonesia

BAHASA YANG LOGIS

 

1.Apa yang harus disampaikan seorang jurnalis kepada publik?

Jawab:

Yang disampaikan seorang jurnalis kepada publik adalah fakta atau kejadian yang ditemukan dalam masyarakat. Seorang jurnalis tidak boleh menyampaikan fakta yang dicampur dengan opininya.

2.Apakah etis seorang jurnalis menyampaikan hal yang tidak masuk akal/logis?

Jawab:

Tidak etis. Seorang jurnalis wajib menyampaikan fakta yang benar bukan rekayasa/fiktif. Seorang jurnalis juga harus menyampaikan informasi secara logis. Jangan sampai informasi disampaikan begitu saja tanpa petimbangan logika.

3.Jelaskan penarikan kesimpulan dengan cara induksi!

Jawab:

Penarikan kesimpulan dengan catra induksi adalah proses berpikir yang didasarkan atas fakta atau kejadian yang bersifat khusus kemudian ditarik kesimpulan yang bersfat umum (general). Misalnnya, tongkol bernapas dengan insang, tenggiri bernapas dengan insang, dan patin benapas dengan insang. Jadi semua ikan bernapas dengan insang.

4.Logiskah penyataan berikut ini? Mengapa? “Orang Indonesia itu malas”.

Jawab:

 

Perntyataan “Orang Indonesia itu malas” tidak logis. Pernyataan itu terdapat salah nalar atau tidak logis. Hal itu disebabkan oleh cara penarikan kesimpulan yang salah, fakta yang dijadikan pecontoh tidak cukup. Oleh karena itu, pernyataan tersebut dapat diperbaiki menjadi “Sebagian orang Indonesia itu malas” atau “Banyak orang Indlonesia itu malas”.

 

5.Bagaimana pendapat Anda pernyataan berikut ini “Dosen A tidak baik karena banyak mahasiswa yang tidak lulus”?

Jawab:n

Pernyataan tersebut mencerminkan adanya salah nalar atau tidak logis. Pernyataan tersebut dapat dianalisis dengan mencari kalimat mayor (umum) dan kalimat minoor (khusus). Kalimat mayornya “Semua dosen tidak baik banyak mahasiswanya yang tidak lulus.” Kalimat minornya “Dosen A banyak mahasiswanya yang tidak lulus.” Kesalahan yang terjadi karena fungsi subjek (S) pada kalimat mayor tidak menjadi fungsi predikat (P) pada kalimat minor sehingga kesimpulannya tidak logis.

6.“Untuk ketertiban kampus, rektor harus bertindak seperti jenderal menguasai anak buahnya agar disiplin bisa dipenuhi.” Bagaimana pendapat Anda pernyataan tersebut?

Jawab:

Pernyataan tersebut terdapat kesalahan dalam logika karena membandingkan dua hal yang tidak ada relevansinya. Satu hal membicatakan ketertiban kampus, di lain hal membicarakan kedisiplinan militer. Dengan demikian terjadi kesesatan berpikir karena analogi yang salah.

7.Bagaimana pendapat Anda pernyataan berikut: “Kita boleh saja melakukan korupsi karena banyak pejabat juga melakukannya”?

Jawab:

Tidak benar. Pernyataan itu tidak logis karena argumentasi yang diberikan sesat. Walaupun banyak pejabat melakukan korupsi, tentu kita tidak boleh melakukannya karena perbuatan yang demikian termasuk melanggar hukum dan sangat tidak etis.

Profile

Buku

Buku "Struktur Semantis Verba dan Aplikasinya pada Struktur Kalimat dalam Bahasa Jawa" merupakan hasi penelitian dari tim Bapak Tubiyono dkk yang mencoba mengklasifikasikan secara sistematis verba-verba bahasa Jawa berdasarkan ciri-ciri atau struktur semantiknya.