Bangsa Indonesia merasa bangga atas dijadikannya bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UNESCO, sejak 20 November 2023. Hal ini bermakna ada tambahan torehan sejarah bahasa Indonesia yang akan dikenang oleh generasi berikutnya. Tidak hanya sejarah nasional, tetapi sejarah dunia juga.

Jika 1928 bahasa Melayu (Indonsia) memiliki nilai tambah dapat mempersatukan bangsa yang berasal dari berbagai etnis, maka 2023 bahasa Indonesia dapat menjadi pemersatu antarnegara dan antarbangsa yang memiliki komitmen positif di bidang pendidikan, ilmu pengetauan, dan kebudayaan.

Sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO, bahasa Indonesia memiliki posisi lebih tinggi dan setara dengan bahasa-bahasa resmi lainnya setelah bahasa Arab, bahasa Italia, dan bahasa Portugis (Republika.co.id). Peluang ini hendaknya dapat dijadikan instrumen untuk mengekspor gagasan berupa nilai-nilai pedidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.
Diharapkan ke depan banyak ilmuwan dan budayawan dapat ambil bagian sebagai partisipasi aktif dialog global dalam framing peningkatan fungsi sosial kemanusiaan, ekonomi, perdagangan, dan politik. (Tubiyono)