Drs. Tubiyono, M.Si Official Website

SURABAYA, 17/8/2026. Perlu ada kesadaran sejak dini (mahasiswa) mengubah pola pikir atau “mindset” seorang investor. Dapat dianalogikan seperti lari maraton, bukan berjalan atau lari cepat. Jadi, investasi bukanlah jalan atau lari cepat (sprint), melainkan melatih disiplin untuk tujuan jangka panjang seperti lari maraton.

Investasi mulai dari nominal kecil, limitatif, Anda tidak perlu menunggu lulus atau punya modal besar. Cukup menyisihkan uang jajan/saku secara disiplin, rutin. Nominal terbatas, sangat limit jauh lebih kuat hasilnya daripada nominal besar terus stagnan.

Belajar fokus sebagai proses pembentukan karakter positif yaitu disiplin investasi.
Diperlukan pemahaman cara kerja pasar dan risiko instrumen seperti reksa dana atau saham. Sebaiknya menghindari membebek, ikut-ikutan, tanpa dasar sains dan teknologi.

Kelola arus kas, sisihkan uang untuk investasi di awal saat menerima uang saku atau pemasukan tambahan, bukan dari sisa akhir bulan. Jadi, benar-benar diusahakan dengan planing yang berkelanjutan paralel dengan nominal pendapatan, maka kelak akan diperoleh penghasilan pasif.

Dalam kurun waktu 20 – 25 tahun yang akan datang bisa dirasakan hasil yang luar biasa. Dari hasil akumulasi nilai manfaat investasi tersebut bisa secara progresif ditanamkan dalam investasi properti, keuntungannya sangat kompleks. (Yono, Konig Property)